Bagiku seorang sahabat itu sebagai saudara.
Seperti itulah saya menganggapnya...
Siapa yang membantu kita pada saat kita jatuh??
Siapa yang akan membantu kita saat kita merasa tidak di cintai??
Dan siapa yang mau bersama kamu waktu kamu itu ga bisa apa - apa..
Pada dasarnya orang menganggap sahabat itu teman di waktu suka dan duka, bareng terus di kampus, tempat nongkrong dan dimana aja. Atau cuma sampai di situ aja??
Disini arti sahabat bagi ztyarsa melebihi atas semua itu, dan menganggap seorang teman, sahabat itu adalah seperti saudara sendiri.
Sekilas tentang apa yang aku lihat, rasakan dan alami dari beberapa tahun yang lalu. Dimana aku merasa benar - benar bodoh, sendiri, dan merasa di tinggalkan oleh orang - orang yang penting bagiku. Di mana ak merasa terpojokkan dan menganggap kesendirianku itu sesuatu yang solid. Semua aku coba hadapi dengan caraku sendiri. Tetapi apakah itu bisa terselesaikan dengan baik?? Bagaimanapun juga itu adalah cuma satu pokok pikiran diriku sendiri. Berkali - kali aku memikirkan hasilnya pun akan sama saja.
Nahh dalam hal seperti itu, seorang teman mengatakan kalau saya harus belajar berbagi, hal itu akan meringankan beban kita.
Pernah seorang teman memberikan saran kepada saya, mungkin dengan panggilan yang terkadang tidak enak di dengar, memang biasa memanggil teman itu dengan nickname, tetapi waktu di mana kita lagi mempunyai masalah terkadang kata - kata itu terasa sangat menjengkelkan. Ada juga teman yang mengejek ini itu, banyak juga teman yang memberikan saran kepada saya. Saran positif dan negatif itu relatif buat saya, mereka cuma memberikan sebuah pandangan dan bermaksud membantu maupun menghibur. Tetapi ada kalanya saya di biarkan sendiri oleh mereka.
Dari sini lah saya menyadari sesuatu yang sangat penting bagi saya. Mungkin apa yang di alami demi seorang teman itu terkadang menjengkelkan dan melelahkan, tetapi itu adalah poin yang membuat persahabatan itu memiliki nilai yang indah. Terkadang mereka juga memberikan dorongan atau mengecewakan, menghibur atau menyakiti, membantu ataupun menolak. Tetapi aku yakin itu diberikan demi kebaikan saya. Mereka tidak akan menyembunyikan kesalahan dan berani menegur apa adanya. Dan mereka masih memberikan saya ruang gerak untuk mengatasi masalah saya sendiri agar saya dewasa dan mandiri.
Bagi saya seorang sahabat adalah sebuah keluarga.
Karena di balik segala kekurangan saya, mereka masih mau bertukar kabar, maen bareng, nongkrong bareng bahkan sampai berhari - hari maen di suatu tempat. Dan bagi saya seorang sahabat itu di mana waktu kita sedang marah itu tidak akan berlangsung lama, dengan sendirinya hubungan kita akan semakin membaik lagi. Dan dari sanalah kita belajar akan memahami perasaan orang lain, menjadi seorang pendengar ataupun memberikan maaf pada saat diberikan sebuah cobaan.



3 komentar:
Wew bagus kisanak
trims kisanak...
Haha.... Stunnn.... Ultii...
Posting Komentar