Selasa, 19 Juli 2011

1453 : Detik-Detik Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Muslim

resensi buku ini dimuat di Koran Jakarta, Selasa 31 Mei 2011
Judul buku : 1453: Detik-Detik Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Muslim
Penulis : Roger Crowley
Penerbit : Alvabet, Jakarta
Cetakan : Pertama, April 2011
Tebal buku : 408 halaman
Harga buku : Rp. 75.000,-

SEJAK dibangun pada tahun 330 M, kota Konstantinopel --yang didirikan oleh Kaisar Romawi Timur (Byzantium), Constantine I-- telah menjadi lambang kemegahan, pusat kebudayaan dan kedigdayaan Romawi. Apalagi, kota itu memang "dirancang" untuk dijadikan sebagai benteng dengan pola pertahanan yang kokoh dan rumit; dilapisi tembok tebal berlapis tiga dan dikelilingi dengan parit. Tak mustahil, jika kota megah itu pun dikenal sebagai pusat peradaban dan menjadi "kota mengagumkan" tidak saja dilihat dari letaknya yang stategis (antara batas Eropa dan Asia) tetapi juga menjadi benteng pertahanan bagi bangsa Kristen (dari serangan Islam). Hal itu tidak lain, lantaran Byzantium dikenal sebagai pewaris terakhir kekaisaran Romawi kuno sekaligus menjadi bangsa Kristen pertama.

Kisah seputar "kejayaan kota Konstantinopel dan kemegahan ibu kota kekaisaran kuno Byzantium sebagai benteng pertahanan" itu justru mengundang impian bangsa-bangsa lain digelayuti ambisi untuk menaklukkan atau merebut kota tersebut. Tetapi lebih seribu tahun, Konstantinopel seperti kota legenda yang dikenal tangguh dan sulit untuk ditaklukkan. Padahal, selama itu, Konstantinopel dililit "berbagai ancaman dari serangan"; menjadi kota yang menggiurkan untuk ditaklukkan dan dikepung. Tetapi, kota itu selalu dapat selamat berkat ketangguhan benteng yang dirancang dengan kokoh.

Ancaman itu ternyata tidak saja datang dari bangsa Barat. Bahkan, sebagaimana dikisahkan Roger Crowley dalam buku 1453: Detik-detik Jatuhnya Konstantinopel ke Tangan Muslim ini, dikisahkan dengan detail bahwa dalam rentang waktu 800 tahun, kekhalifahan muslim pun sudah mengincar Konstantinopel. Maklum, "impian" umat Islam untuk menaklukkan Byzantium sudah dimulai sejak 664 M. Tetapi, sultan bangsa-bangsa muslim dari dulu tak berhasil meruntuhkan dan merebut Konstantinopel.

Hingga akhirnya, sang penakluk Konstantinopel itu datang. Ia tak lain adalah sultan Mehmet II. Dengan ambisi yang membara, pemuda berusia 21 tahun itu berhasil merebut Byzantium dengan gemilang, merebut kota Konstantinopel dengan mengerahkan bala tentara yang jauh lebih besar dan juga persenjataan yang jauh lebih canggih dibandingkan pasukan Kristen di bawah kepemimpinan Konstantin XI, kaisar Byzantium ke-57. Tepat pada hari Jumat, 6 April 1453 M, Sultan Mehmet II memaklumatkan serangan untuk menaklukkan kota Konstantinopel. Meski lebih canggih persenjataan dan jumlah pasukan, awalnya pasukan muslim kesulitan menembus tembok. Bahkan sultan Mehmet II nyaris frustasi melihat banyak pasukannya berjatuhan.

Tapi ide cemerlang itu akhirnya ditemukan dan keberhasilan dapat diraih. Akhirnya, 29 Mei 1453 M, kemenangan itu tiba; pasukan sultan memasuki kota dan bendera kerajaan Islam Usmani (di bawah Mehmet II) dikibarkan. Konstantinopel pun jatuh; menandai berakhirnya kekuasaan Byzantium. Mehmet II terpikat "merebut" Konstantinopel terinspirasi aroma kekaisaran: terinspirasi Alexander Agung dan Julius Caesar. Ia merasa mengemban dua identitas: sebagai Alexander muslim yang menaklukkan dunia hingga yang paling tepi, dan sebagai kesatria gazi yang mengemban jihad melawan orang kafir. Dengan penaklukan itu, ia ingin membalik arus sejarah dunia. Jika Alexander telah menyapu timur, sekarang giliran dia membawa kemenangan bagi Timur dan Islam dengan menaklukkan Barat (hal. 51)

Tidak dapat disangkal, buku ini ditulis dengan riset yang serius. Di antara serpihan literatur tentang kejatuhan Konstantinopel --baik yang ditulis oleh orang Barat maupun mulism-- Roger Crowley tidak saja memilih cerita yang masuk akal, tetapi juga disertai dengan analisis yang tajam. Ia tak gegabah dalam memilah setumpuk dokumen. Tak berlebihan, jika buku ini mampu mengisahkan peristiwa besar dalam sejarah tentang kota Kristen yang jatuh ke tangan bangsa muslim. Kelebihan lain, penulis buku ini menuturkan kisah tersebut dengan gaya penceritaan novel. Tak pelak, jika buku ini bisa tampil dengan memikat.

Pada sisi lain, buku ini menguak kenapa Konstantinopel bisa menjadi kota muslim. Dengan data yang akurat, penulis yang mantan warga Istanbul ini pun berhasil menampilkan dua karakter Sultan Mehmet II dan Kaisar Konstantin XI, dua tokoh besar yang saling bersitegang tidak saja demi memeluk erat keyakinan agama, tapi juga kursi kekuasaan. Dan perseteruan dalam dua hal itu, akhirnya mengantarkan Mehmet II membalik arus sejarah dunia. [ ]

Read more »

1421 : Saat China Menemukan Dunia

Judul buku: 1421: Saat China Menemukan Dunia
Penulis: Gavin Menzies
Penerbit: Pustaka Alvabet,
Cetakan: Pertama, 2006
Tebal buku : xviii + 505 halaman
BANGSA mana yang pertama kali mengarungi lautan sampai ke ujung dunia, dan menemukan Dunia Baru? Banyak orang, pasti akan menjawab; bangsa Eropa. Karena, setiap orang sudah mengenal kisah pelayaran para pelaut Eropa --yang dicatat sejarah-- sebagai penjelajah tangguh dunia.

Bartolomeu Diaz (1450-1500) dicatat meninggalkan Portugal 1487 sebagai "orang pertama" yang mengelilingi Tanjung Harapan. Pelayaran Diaz itupun, 10 tahun kemudian diikuti Vasco Da Gamma (1469-1525) menyebrangi Samudra Hindia menuju India; membuka jalur perdagangan rempah-rempah pertama lewat laut. Selain dua pelaut itu, Columbus juga dianggap 'orang pertama' yang melihat Dunia Baru, daratan Bahama modern, menjelajahi Asia, menemukan kepulauan Karibia serta Amerika Tengah. Pun Magellan dicatat sebagai orang yang menemukan selat antara lautan Atlantik dan Pasifik.

Tapi, jika pertanyaan itu diajukan kepada Gavin Menziez, maka ia akan menjawab lain. Bagi mantan perwira British Royal Navy ini, Diaz, Gama, Columbus dan Magellan tidak menemukan "daratan baru". Saat berlayar, mereka telah membawa petunjuk yang dipetakan bangsa China tujuh puluh tahun sebelum Columbus dan seabad sebelum pelayaran Magellan. Tesis Menziez itulah yang ditulis di dalam buku 1421; Saat China Menemukan Dunia ini.

***

DI bawah kekuasaan Zhu Di, China telah menemukan titik balik peradaban. Setelah Zhu Di menumbangkan Zhu Yunwen (1402), ia memproklamirkan diri sebagai kaisar dan ingin mengembalikan kejayaan China. Dia lalu memindahkan ibu kota Nanjing ke Beijing, membangun Kota Terlarang, kanal utama, memperbaiki ratusan mil Tembok Besar (menjadi 14.000 km), membangun armada kapal untuk tujuan perdagangan laut yang sudah dirintis dinasti Song dan Yuan sejak abad kesembilan.

Meski mengalami banyak kendala, cita-cita Zhu Di bisa terwujud. Pada tahun baru China, 2 Februari 1421, ibu kota baru diresmikan. Usai proyek peresmian itu, untuk menunjukkan kuasa Zhu Di, ia mengirim armada kapal mengarungi lautan sampai ke ujung dunia. Cheng Ho ditunjuk sebagai ketua delegasi, karena tangan kanan Zhu Di itu, sudah pernah berlayar tahun 1405, 1407, 1409-1411, 1113 dan 1417-1419. Tapi, dalam pelayaran ini (berangkat pada Maret 1421), Cheng Ho memimpin pelayaran ke Samudra Hindia kemudian pulang. Seterusnya, empat armada di bawah laksamana Hong Bao, Zhou Man, Zhou Wen dan Yang Qing membawa mandat Zhu Di memetakan dunia, menyebarkan Confusiusme, membangun koloni di "daratan baru" dan demi perdagangan

Meski jejak keempat armada China itu meninggalkan misteri, tapi dari petunjuk peta, bagan kuno, bukti artefak yang ditemukan di Karibia dan Amerika Selatan, Menziez "berani" berkesimpulan bahwa armada laut China itu terpisah oleh arus. Laksamana Zhou Wen, berlayar ke barat laut melalui Karibia ke Amerika Utara. Laksamana Hong Bao, dan Shou Man mengambil jalur arus katulistiwa barat menuju Amerika Selatan (hal. 99). Laksamana Yang Qing menghabiskan pelayaran di Samudra Hindia. Tak banyak menjelajah, tapi pelayaran Yang Qing itu telah menyempurnakan metode penentuan garis bujur.

Dari keempat armada China itu, Menzies yakin seluruh dunia sudah dipetakan bangsa China. Di antara tempat-tempat yang dikunjungi itu adalah; Samudra Hindia, Afrika Timur, Atlantik, Tanjung Harapan, Karibia, Florida, Virginia California, New England, Massachusetts, Boston, Mississippi Atas, British Colombia, Washington State, Arzona, New Mexico, Texas, Oklahoma, Arkansas, Colorado, Oregon, California, Azores, Meksiko, Panama, Venezuela, Peru, Brazil, Patagonia, Selat Magellan, dan Greenland ke Kutub Utara melintasi Arktik dan Selat Bering, Antartika, Pasifik, Selandia Baru, Australia, Filipina dan Indonesia.

Ironisnya prestasi Hong Bao, Zhou Man, Zhou Wen, Yang Qing itu tak dibalas penghargaan saat mereka pulang (di musim gugur Oktober 1423). Justru, kepulangan mereka ditolak oleh penguasa China ketika itu, Zhu Ghaozi. Putra mahkota Zhu Di itu lebih tertarik urusan dalam negeri, tak tertarik soal militer. Tragisnya lagi, prestasi Cheng Ho itu dianggap tak berarti. Catatan perjalanan Cheng Ho dihancurkan. Warisan maritim China itu pun tak membekas dalam ingatan orang China dan pulau-pulau asing yang pernah ditemukan terabaikan. Ketika China undur diri, bangsa Portugis --Eropa-- merebut obor tersebut. Padahal sejarah pelayaran bangsa Eropa itu adalah warisan armada laut China.


***

PENELITIAN Menziez untuk menguak sejarah pelayaran China diawali dari penemuan peta kuno di perpustakaan James Ford Bell Universitas Minnesota. Peta itu adalah "peta tahun 1424" yang ditandatangani Zuane Pizzigano asal Venesia. Dalam peta itu, ia menemukan gambar empat pulau asing; Antilia, Satanazez, Saya, dan Ymana. Setelah mencocokkannya dengan peta modern, terungkap bahwa Antilia dan Santanazes itu adalah kepulauan Karibia, Puerto Rico dan Guadeloupe.

Jika peta itu benar, maka ia yakin telah ada orang yang lebih dahulu menjelajahi kepulauan tersebut tujuh puluh tahun sebelum Columbus singgah di Karibia. Siapakah pelaut itu? Setelah melacak sejarah abad pertengahan, Menziez yakin pelaut itu adalah orang-orang dari bangsa China.

Tetapi ia dihadang sejumlah bukti yang harus ditemukan. Tidak salah kalau untuk menyusun buku ini, penulis membutuhkan waktu 50 tahun, mengunjungi 120 negara, lebih dari 900 museum serta perpustakaan dan sejumlah pelabuhan di akhir abad pertengahan untuk mengais bukti yang valid. Dan dengan prasasti Cheng Ho di teluk muara Yangtze, catatan yang selamat dari pembakaran Wu Pei Chi, catatan Ma Huan; The Overall Survey of the Ocean Shores, bangkai kapal, artefak serta bukti-bukti lain, Menziez pun semakin kokoh dengan tesis buku ini.

Kini apa Anda masih percaya Columbus orang pertama yang "menemukan" Amerika dan Cook adalah penjelajah pertama yang singgah di Australia?***

*) n. mursidi, cerpenis dan peneliti pada Pusat Pemajuan Kebudayaan (PPK), Jakarta.


Read more »

Senin, 18 Juli 2011

Legenda Werewolf Pt.1

Kisah binatang jadi-jadian yang banyak terdengar dalam budaya masyarakat kita, ternyata juga terdapat di belahan lain bumi. Bahkan ada seorang tokoh dunia terkenal disebut pula sebagai salah satu pengidapnya. Benarkah makhluk demikian ada, bagaimana pula muasal kelahirannya?

Begitu beragamnya manusia jadi-jadian di bumi ini. Mulai dari manusia harimau atau manusia beruang di kawasan Asia, manusia hyena yang hidup di Afrika, manusia anjing hutan coyote diburu di Amerika Tengah, sedangkan manusia kadal berkeliaran di Selandia baru. Sama halnya dengan mitos babi ngepet atau leak dalam sebagian masyarakat kita, atau orang Barat yang memfiksikannya dalam film semisal An American Werewolf in London (1981) dan Wolf (1994) yang diperani Jack Nicholson.

Ternyata semua binatang jadi-jadian itu memiliki karakter serupa. Misalnya, perubahan di malam hari, menularkan kemampuan berubah bentuk melalui tetesan darah dalam gigitan, luka yang terjadi dalam bentuk binatang juga muncul dalam ujud manusia, atau binatang jadi-jadian yang mati segera kembali berubah jadi manusia.

Akibat kutukan

Herodotus, sejarawan Yunani dari abad V SM, mengatakan pada + 2.400 tahun lalu, bahwa penduduk di daerah yang sekarang bernama Lithuania dan Polandia, mengaku berubah menjadi manusia serigala selama beberapa hari dalam setahun.

Masa itu manusia serigala adalah manusia dengan dorongan kuat memangsa manusia lainnya. Melalui sihir mereka berubah menjadi serigala hitam untuk memudahkan mewujudkan niatnya. Sekali berubah, menurut kepercayaan lama, akan terus menyimpan kekuatan dan kelicikan serigala.


Baru di abad 1 SM Virgil sebagai penulis Latin yang pertama kali menyebut-nyebut soal takhayul ini, kemudian diikuti oleh Propertius, Servius, dan Petronius. Petronius yang kepala urusan hiburan zaman pemerintahan Kaisar Nero (54 – 68) bertutur tentang manusia serigala dalam bentuk sastra roman Satyricon. Dengan bumbu terang bulan, pekuburan, dan luka abadi setelah kembali jadi manusia, membuat roman itu sebagai bacaan hiburan.

Sebagian tradisi Roma dan Yunani menganggap manusia berubah jadi serigala sebagai hukuman dewa, karena ia telah mempersembahkan korban berupa manusia, ujar Pliny (61 – 113).

Meski baru abad XVIII kisah tentang manusia serigala diterbitkan, bukan berarti orang berkurang minat terhadap manusia serigala. Justru kepercayaan itu demikian kuat, bahkan sering diterima sebagai kebenaran, bukan fiksi.

Menurut kepercayaan lama ada tiga macam manusia serigala. Pertama, yang memperolah kemampuan itu melalui keturunan. Konon, kutukan terhadap nenek moyang menjadikan setiap keturunannya menjadi manusia serigala. Kedua, orang yang dengan sukarela jadi serigala dengan alasan dan tujuan jahat. Sedangkan yang terakhir adalah manusia serigala berhati lembut dan baik. Kondisinya yang tidak lazim, malah membuatnya merasa malu.

Sebenarnya, transformasi sering dilakukan oleh dukun-dukun suku tertentu dengan tujuan baik untuk mengatasi masalah di kelompoknya. Saat langka makanan, misalnya, si dukun bisa saja berubah ujud menjadi binatang jadi-jadian serupa makhluk yang akan diburu, supaya lebih mudah melacak buruan itu.

Ada juga yang tidak berubah ujud tetapi meminjam tubuh binatang untuk memata-matai, menyantet, atau sekadar menakut-nakuti musuh.

Berjubah kulit serigala

Kasus manusia serigala yang mencolok terjadi di Prancis, awal abad XVII. Adalah Jean Grenier (13) yang merasa yakin dirinya manusia serigala. Di pengadilan Bordeaux, Grenier mengaku, 2 tahun sebelumnya membuat perjanjian dengan setan di hutan. Dengan kulit serigala yang menurut pengakuannya pemberian setan, tiap malam ia bisa berkeliaran sebagai serigala, namun di siang hari kembali ke bentuk manusia. Ia telah membunuh dan memangsa beberapa anak kecil yang sendirian di ladang, juga menculik bayi yang ditinggal di rumah.

Sejauh menyangkut perilaku kanibalisme, penyelidikan menunjukkan kebenaran pengakuannya. Namun dari sudut kedokteran, remaja ini digolongkan penderita lycanthropy. Kelainan jiwa ini menyebabkannya berkhayal tubuhnya berubah bentuk menjadi hewan. Menilik usianya yang masih belia, Grenier cuma dihukum kurungan seumur hidup di Biara Fransiskan, Bordeaux.

Perubahan Grenier dengan menyamar di bawah kulit serigala serupa dengan cara transformasi manusia beruang di Skandinavia yang menggunakan kulit beruang. Selain kulit binatang, konon ada alat lain, yaitu korset. Ada yang terbuat dari kulit asli binatang, ada yang dari kulit manusia yang dihukum gantung. Dua alat itu banyak dipakai di Prancis, Jerman, Skandinavia, dan beberapa negara Eropa Timur. “Benda sakti” lainnya adalah salep khusus berisi ramuan dari kelompok tanaman solanaceae yang membangkitkan halusinasi.

Selain itu ada lagi alat dan cara untuk bertransformasi yang berupa jimat, ramuan, dan mantera pemujaan pada iblis. Khusus pemakaian jimat, justru orang di sekitar si pemakai yang terpengaruh seakan melihat manusia serigala, padahal si pelaku tidak berubah. Di luar saat bulan purnama, perubahan sering terjadi spontan dan lepas dari kendali pelakunya.

Penampilan si pelaku yang menakutkan, tindak kejahatannya yang mengerikan, dan terutama karena kengerian terhadap kekuatan setan, membuat manusia serigala jadi obyek yang harus diburu dan dimusnahkan. Penghukuman terhadap mereka terjadi di hampir sepanjang sejarah di Eropa. Malah pelaku kejahatan apa pun dengan mudahnya dapat dijuluki manusia serigala.

Pembunuhan massal sering disebut akibat kejahatan serigala. Seperti yang menimpa Peter Stubbe di tahun 1590 (ada yang menyebut Peter Stump di tahun 1589) dari Bedburg, dekat Cologne. Ia dituduh sebagai serigala yang kanibal setidaknya pada 2 pria, 2 wanita hamil, dan 13 kanak-kanak, dan inses dengan adik perempuannya.

Hukuman yang diterimanya luar biasa. Setelah dicabik-cabik dengan penjepit, dilindas roda, dipancung, akhirnya tubuh tanpa kepala itu dibakar. Hukuman bakar hidup-hidup juga diberlakukan untuk gundik dan anak perempuannya.

Di Prancis dan Jerman, manusia serigala biasanya memang dibakar atau digantung. Seperti yang terjadi terhadap lebih dari 200 laki-laki dan perempuan Pirenea (antara Prancis dan Spanyol) di seputar abad XVI, karena diduga manusia serigala.

Menurut Elton B. McNeil dalam The Psychoses (1970), demam berburu manusia serigala bisa disamakan dengan perburuan terhadap penyihir. Secara kejiwaan mereka yakin, orang akan diberkati bila mampu menangkap pelayan atau sekutu iblis.

Tak heran, saat itu di Prancis banyak ditemukan manusia serigala kagetan. Dalam satu periode – antara 1520 – 1630 – di Prancis tercatat 30.000 kasus manusia serigala.

Ada beberapa patokan untuk menentukan apakah seekor serigala jadi-jadian atau tidak. Konon, manusia serigala akan mempertahankan suara dan mata manusianya. Sedangkan menurut suku Indian, yang berubah jadi serigala hanya bagian kepala, tangan, dan kaki.

Dalam ujud manusia, ada beberapa ciri khas yang membedakannya dengan manusia biasa. Dua ujung alisnya saling bertemu di tengah, jari-jari tangannya yang panjang agak kemerahan, dengan jari tengah yang sangat panjang. Selain telinganya agak ke bawah dan sedikit ke belakang, tangan dan kakinya cenderung berbulu lebat.

Rasa takut terhadap manusia serigala lebih mudah dipahami dengan mengetahui alasan takut terhadap serigala. Sebelum abad XX di Eropa dan Asia Utara, serigala dianggap binatang paling cerdik yang berbahaya bagi manusia dan ternak. Apalagi bila serigala itu gila. Cukup sekali gigit korbannya bisa tewas mengerikan. Sampai-sampai ada institusi pemerintah Prancis yang khusus mengontrol serigala, paling tidak sejak pemerintahan Charlemagne (768 – 814), hingga abad ini.

Di Eropa pada abad pertengahan, serigala terkadang digantung bersebelahan dengan pelaku kejahatan di tiang gantungan, sebagai simbol ditaklukkannya kejahatan. Serigala pernah jadi masalah serius Irlandia abad XVII, sehingga sepotong kepala serigala sama nilai hadiahnya dengan kepala pemberontak.


Read more »

Legenda Werewolf Pt.2

Hanya halusinasi

Ada pendapat, manusia serigala timbul akibat halusinasi. Antara lain, pengaruh racun ergot yang dihasilkan oleh jamur Claviceps purpurea pada gandum. Ergot mengandung bahan serupa materi mentah untuk membuat LSD.

Halusinasi akibat ergot banyak terjadi di Eropa pada abad pertengahan. Itu tak lain karena masyarakat kebanyakan hanya bisa mengkonsumsi biji gandum yang terkontaminasi, sementara gandum bersih disimpan hanya untuk bangsawan. Maka, tanpa pengalaman atau ilmu sihir, bila memakan biji-bijian itu orang bisa merasa jadi katak atau serigala.

Satu kisah tragis terjadi tahun 1951 di Pont St Esprit di Rhone Valley, dengan korban keracunan ergot +300 orang. Lima orang mati, sedangkan kebanyakan cacat seumur hidup. Mereka yang cacat mengaku, telah mengalami halusinasi mengerikan. Ada pria yang merasa seolah-olah otaknya dilahap segerombolan ular merah. Ada pula yang sanggup membebaskan diri dari jaket pengikat orang gila sampai 7x, rontok giginya karena menggigit putus tali pengikat dari kulit yang membelenggunya, dan mampu membengkokkan dua batang teralis besi di jendela rumah sakit! Alasannya, pria itu merasa dikejar-kejar harimau.

Pendapat lain menduga manusia serigala adalah akibat persepsi keliru terhadap penyakit keturunan congenital porphyria. Menurut dr. Lee Illis dari Guy Hospital, London, pengidapnya amat tak tahan terhadap cahaya (karena itu mereka hanya bisa keluar malam hari), giginya berwarna merah atau coklat kemerahan, dan menunjukkan gejala gangguan jiwa (dari histeris ringan hingga depresi maniak). Borok lambat laun mengubah bentuk tangan mereka menjadi serupa cakar.

Namun, pendapat ini disanggah cendekiawan Almotarus, yang menjelaskan manusia serigala dalam bentuk manusia memiliki ciri khusus berupa mata cekung dan kering, serta kulit pucat. Selain itu luka pada kulit penderita jauh berbeda dengan kulit serigala.

Roh jahat dalam perjalanan astral

Pemahaman terhadap manusia serigala memasuki era baru menyusul keputusan terhadap Jean Grenier. Hakim-hakim di masa itu tidak mungkin lagi mengabaikan “koor” pendapat para dokter, yang yakin manusia serigala sebenarnya adalah penderita berbagai jenis dan tingkatan gangguan jiwa. Meski dokter Alfonso Ponce de Santa dari Spanyol masih menyebutnya sebagai gejala kemurungan jiwa akibat cairan tertentu yang dihasilkan empedu, yang diduganya telah menyerang otak.

Maka dibedakan antara makhluk mitos manusia serigala dan penderita kejiwaan (lycanthrope).

Lycanthropy berakar dari kata Yunani lycos artinya serigala dan anthropos atau manusia. Meski ada yang menyebut secara berbeda. Robert Burton dalam buku pengobatan klasik The Anatomy of Melancholy (1621) misalnya, menggunakan istilah kegilaan terhadap serigala.

Mula-mula lycanthrope dipakai untuk menggambarkan fenomena kuno berupa kemampuan orang bermetamorfosis jadi binatang. Namun lama-lama istilah itu diaplikasikan khusus untuk orang yang di alam subnormal yakin mampu berubah bentuk. Keyakinan itu dikuatkan dengan dorongan bersikap sadis dan obsesi terhadap darah dan daging yang terus bertahan dari waktu ke waktu di berbagai tempat – bahkan di negara beradab. Selera terhadap daging manusia itulah yang mengubah manusia menjadi monster. Namun secara nyata penderita lycanthrope tidak pernah berubah bentuk, suara, dan perilaku menjadi serigala.

Mengenai penampilannya yang tetap manusia, pada abad XV – XVI penderita lycanthrope berkilah, bahwa bulu-bulu mereka tumbuh di bawah kulit. Seperti yang terjadi di Padua, Spanyol, tahun 1541, ketika seorang petani dengan keji membunuh dan mengoyak-ngoyak tubuh beberapa orang korbannya. Saat tertangkap, ia mengaku sebagai serigala meski secara fisik tidak berujud binatang. Itu tak lain karena bulu-bulunya tersembunyi di bawah, bukan di atas, kulit. Untuk membuktikan ucapannya, penduduk segera memotong lengan dan kakinya. Alhasil, kecewa yang didapat, yang ada cuma darah, otot, dan tulang biasa.

Malah dalam buku klasik tentang sadisme, masokisme, dan lycanthropy Man into Wolf, antropolog Inggris Dr. Robert Eisler menyebut kemungkinan Adolf Hitler sebagai penderita lycanthropy. Ia merujuk pada kesaksian bagaimana sang Fuhrer memiliki kebiasaan menggigit karpet saat mengamuk.

Sedangkan manusia serigala adalah orang yang dengan kekuatan sihir atau mantera khusus dipercaya mampu mengubah diri menjadi serigala. Ia benar-benar serupa serigala baik keganasan, kekuatan, kelicikan, dan kecepatan larinya. Ia bisa bertahan dalam kondisi itu selama beberapa jam saja atau bahkan permanen.

Pendapat yang menguatkan keberadaan manusia serigala didukung oleh spiritualis Rose Gladden dengan dasar pemikiran perjalanan astral. “Katakanlah ada orang yang pada dasarnya jahat, suka dengan hal-hal yang mengerikan. Saat ia melakukan perjalanan astral, roh jahat yang banyak berkeliaran bebas di udara akan menangkap, mengubahnya menjadi serigala atau binatang lainnya, dan memanfaatkannya untuk tujuan keji.”


Dorongan bebas nilai

Lain lagi pendapat paranormal terkemuka Prancis pada abad XIX Eliphas Levi, bahwa proses transformasi itu adalah suatu manifestasi simpati manusia terhadap naluri kebinatangannya. Menurutnya, manusia serigala tidak lebih dari tubuh nonfisik dan naluri ganas berbentuk serigala.

Senada dengan itu, John Godwin, penulis Unsolved: The World of the Unknown, lebih menyoroti dorongan dalam diri manusia. Jujur saja, sebenarnya manusia memiliki sifat buruk serupa serigala yang selama ini ditekan untuk tidak muncul. “Dengan berubah, mereka bebas dari ujud fisik manusianya yang mengalangi mewujudkan dorongan dan keinginan kuat tanpa perlu merasa bersalah atau takut. Dalam ujud binatang, tidak ada lagi tabu yang harus dijaga. Karena binatang memang tidak mengenal tabu.”

Sedangkan James VI dari Skotlandia dalam Daemonologie (1597), melihat penyebabnya adalah segunung masalah yang dihadapi manusia mulai dari bencana alam dan cuaca buruk, gagal panen, serangan hama, dan kejahatan yang meningkat. Semua itu perlu seseorang atau sesuatu untuk disalahkan. Gampangnya, serigala dijadikan kambing hitam. Selain itu adalah ketidaksiapan penduduk untuk melepaskan kepercayaan atas makhluk sejenis itu membuat manusia serigala terus eksis dalam waktu lama.

Richard Carrington, penulis Mermaids and Mastodon menyamakan alasan di balik kepercayaan akan manusia serigala dengan kepercayaan primitif, bahwa monster sebenarnya bentuk yang diciptakan manusia sendiri, untuk mengkompensasikan posisinya sendiri yang demikian kecil di alam semesta.

Saat peradaban makin maju, mitos binatang menakutkan pun lenyap. Contohnya, suku Indian Sioux di Dakota Utara, AS, yang dulu percaya akan adanya binatang pemangsa manusia. Tapi, keturunannya di abad ini melupakan mitos itu. Menurut mereka, takhayul itu lahir akibat rasa takut terhadap mastodon yang berkeliaran di dataran Dakota.

Pendapat manusia serigala hanya takhayul belum mencapai kata putus. Jika benar itu sekadar ciptaan manusia, mengapa kisah itu bertahan sekian lama? Apa pula yahg membuat ilmuwan demikian getol berkutat memecahkannya?


Read more »

Tengkorak Kristal Maya

Sudah nonton indiana jones terakhir di bioskop? Salah satu cuplikan tema film di dalam nya ada tentang tengkorang kristal suku maya..

Sebenarnya, ada satu hal yang menarik yang akan aq paparkan mengenai hubungan Kalender Bangsa Maya dengan benda peninggalan kebudayaan mereka yang lain, yaitu Crystal Skull/Tengkorak Kristal Bangsa Maya.Tapi kali ini aq minta opini dari teman-teman mengenai kisah ini,apakah bisa dipercaya atau tidak. Crytal Skull merupakan salah satu artifak peninggalan Bangsa Maya yang paling fenomenal setelah Mayan Calendar. Dikisahakan, ketika pada waktu dua peradaban maju masa silam, Atlantis dan Lemuria hancur diterpa oleh bencana yang teramat dasyat,setidaknya ada 13 buah tengkorak crystal yang ditinggalkan bangsa Atlantis untuk para turunannya yang berhasil selamat dari bencana tersebut. Para turunannya yang berhasil selamat tersebut tak lain adalah Bangsa Maya sendiri.

Seperti yang dikemukakan oleh banyak para sejarawan,Maya merupakan turunan dari Bangsa Atlantis yang berhasil selamat dari bencana dan kembali membuat satu tonggak peradaban baru ditempat mereka berhasil menyelamatkan diri (Kawasan Mesoamerika/Amerika Latin).

Kini, ke-13 tengkorak Kristal tersebut telah banyak yang menghilang, mungkin telah tersebar diberbagai kawasan didunia.

Namun, terdapat suatu rahasia besar yang tersembunyi dibalik ke-13 tengkorak kristal tersebut. Menurut beberapa lembaran kisah yang dituliskan Bangsa Maya untuk peradaban manusia,jika ke-13 tengkorak kristal ini digabungkan bersama, tengkorak2 ini dapat menyingkap informasi tentang asal usul kita dan bagaimana cara untuk menghindari bencana di masa yang akan datang.

Nenek moyang mereka dapat membuatnya berbicara,dan rahangnya dapat bergerak. Nah, sekarang mari kita lepas dari legenda diatas, Kini kita membicarakan tentang misteri dari Crystal Skulls yang lainnya,yaitu bagaimana menjelaskan cara peradaban manusia masa lalu memahat tengkorak-tengkorak ini dengan bentuk yang sangat2 detail dan sempurna?

Perlu kita ketahui,dengan menggunakan peralatan masa kini yang serba canggih dan modern saja, kira2 dibutuhkan satu tahun untuk memahatnya.

Belum lagi mungkin hasil pahatnya tidak sesempurna beberapa Crystal Skulls yang orisinil, baik itu bentuk dari pahatannya maupun karakteristiknya yang mampu bertahan menghadapi goncangan-goncangan dan panas bumi.

Lalu teknologi seperti apakah yang mereka gunakan untuk menciptakan sebuah mahakarya yang tak ternilai harganya itu?

Itulah salah satu pertanyaan yang masih sulit diterangkan oleh para Ilmuwan sampai saat ini,apalagi kita ketahui bahwa kristal merupakan jenis karakteristik mineral dengan struktur molecular symmetry yang sangat sempurna,sehingga sedikit saja melakukan kesalahan dalam memotong dan mengukir melawan poros ini, maka kristal akan hancur.Sungguh sangat rumit,walaupun dikerjakan dengan teknologi yang sangat canggih sekalipun.


Read more »

Firaun Dan Alien

Laporan tercatat yang cukup tua mengenai kehidupan di langit lain ialah berasal dari abad ke-15 sebelum masehi, yang tertera pada buku harian Thutmosis III (Firaun Mesir kuno dinasti ke-18, 1504-1450 SM). Laporan yang ditulis dalam papirus (tulisan kuno) yang diketemukan oleh Alberto Siliotti, berbunyi demikian:

“Dalam tahun dua puluh dua, dalam bulan ketiga musim dingin, pada jam keenam hari itu….para penulis dari Rumah Kehidupan melihat adanya sebuah lingkaran api yang muncul di angkasa. Dia tidak memiliki kepala dan nafasnya berbau busuk. Panjangnya 1 rod, lebarnya 1 rod (5m). Dia tidak bersuara. Karena kebingungan mereka bertiarap…Mereka menghadap Firaun untuk melaporkan apa yang telah mereka lihat. Baginda Raja merenungkan dan memikir-mikirkan persoalan itu. Sementara…beberapa hari kemudian, benda-benda itu bertambah banyak di angkasa… Angkatan perang Firaun terus mengawasi benda-benda itu tatkala Baginda Raja berada di tengah-tengah mereka. Waktu itu adalah waktu setelah makan malam. Lingkaran-lingkaran api itu kemudian tambah naik lebih tinggi di angkasa, menuju ke selatan. Ikan dan itik berjatuhan dari udara. Dan Firaun menyuruh mengambil kemenyan, kemudian dibakarnya untuk mendapatkan keamanan dan ketenteraman dalam kehidupan rakyatnya…”

Firaun Thumosis III (atau Thutmose III) ini diperkirakan hidup di jaman yang sama dengan Musa, yang memimpin Israel keluar (eksodus) dari tanah Mesir ke tanah Kanaan. Laporan adanya ikan dan itik yang berjatuhan dari udara memang menarik untuk dikaji. Apakah ini ada kaitannya dengan “tulah-tulah” dari Yahweh yang ditujukan kepada bangsa Mesir?

Firaun yang sama, Thutmose III diperkirakan turut membangun Kuil Abydos. Dan dikuil itu terdapat ukiran hyroglip yang cukup unik, di mana gambar-gambar yang ada bisa ditafsirkan sebagai bentuk pesawat terbang, helikopter, dll.


Read more »

Men In Black

Men in Black banyak dikenal sebagai film layar lebar yang dibintangi actor komedian Will Smith Namun hanya sedikit yang tahu bahwa sebetulnya ada pula dalam kehidupan nyata, alias bukan sepenuhnya fiksi!! Beberapa catatan sejarah bahkan menyinggung keberadaan sekelompok orang-orang misterius yang berkekuatan dengan hal-hal berbau luar angkasa.

DI DALAM DUNIA NYATA


Dalam dunia nyata, definisi dari Men in Black (atau disingkat MIB) bukan orang-orang yang mengenakan jas hitam rapi, bekerja sebagai agen rahasia pemerintah dan bertugas untuk membasmi alien. Justru sebaliknya!! Men in Black merupakan sebutan bagi orang-orang yang mengenakan pakaian serba hitam dan biasanya mendatangi saksi mata yang pernah melihat ufo. Terutama jika saksi tersebut berhadapan langsung dengan mahluk luar angkasa. Dan dari berbagai kesaksian serta interview dengan orang yang pernah didatangi MIB, ternyata tujuan mereka adalah menyalahkann presepsi si saksi dan menyesatkan mereka, bahwa yang mereka lihat bukan alien!! Tapi itu hanyalah salah satu definisi yang beredar mengenai Men in Black karana banyak kalangan yang memiliki pendapat lain.


Seorang penulis Amerika bernama Jerome Clarck menyatakan bahwa MIB tidaklah selalu berpakaian serba hitam. Menurut Clarck, sebutan itu hanyalah istilah umum yang menggambarkan orang-orang yang berpenampilan diluar kebiasaan atau eksentrik.


Mereka kadang memakai pakaian yang sudah lama atau ketinggalan jaman, seragam USAF (United States Air Force) atau bahkan mengenakan model yang nantinya bakal booming dimasa depan.


Kebanyakan para agen MIB digambarkan selalu memakai kacamata hitam sebagai aksesoris wajib, dimana hal yang disinyalir untuk menutupi bentuk mata mereka karena mempunyai mata sipit . Ada pula yang menyebutkan kalau mata agen MIB berbentuk aneh dan besar karena pengaruh tiroid , sebagian bahkan percaya kalau bentuk mata mereka sama seperti alien gray!! Karena mereka ialah agen khusus maka bukan tidak mungkin cara hidup mereka juga ditangani secara khusus pula. Selain mata, jari-jari para agen MIB juga dikabarkan lebih panjang dari manusia normal dan suara mereka mirip dengan suara robot. Pelengkap lain yang biasanya digunakan adalah mobil cadillac antik berwarna hitam yang somehow terlihat selalu seperti baru.


FENOMENA MIB


Fenomena keberadaan MIB ternyata pernah sangat popular di tahun 1950 dan 1960. Pada masa tersebut tercatat bahwa beberapa agen MIB pernah melakukan intimidasi pada seorang reporter yang bertempat tinggal di pinewood, West Virginia. Reporter tersebut dipaksa untuk berhenti menulis artikel mengenai keberadaan MIB di pinewood, yang ia kirimkan pada koran lokal dan nasional. Perlu dicatat bahwa pinewood sendiri merupakan daerah yang sangat popular dengan mahluk yang dijuluki Mothman di akhir era 1960-an. Fenomena Mothman pun secara tidak langsung menguatkan dugaan bahwa MIB beroprasi di Pinewood untuk menyelidiki keberadaan mahluk Mothman itu.


Laporan mengenai Men in Black paling mendetail terjadi pada tahun 1976 dimana seorang pria bernama Dr.Herbert Hopkins yang berusia 58 tahun , melaporkan bahwa ia pernah didatangi Men in Black . Hopkins yang berprofesi sebagai konsultan mengenai UFO ditelpon oleh seseorang yang mengaku sebagai Vice President of New Jersey UFO Research Organization yang ingin berbincang – bincang denganya. Anehnya orang tersebut, yang mengenakan pakaian serba hitam, sudah muncul di teras rumahnya beberapa menit setelah Dr. Hopkins menaruh gagang telepon!! Ia juga menemui banyak kejanggalan selama berbicara dengan tamunya.


Banyak keanehan mengenai penampilan, tanduk-tanduk serta ucapan orang itu menimbulkan munculnya banyak teori mengenai identitas mereka yang yang sebenarnya. Beberapa teori konspirasi menyebutkan kalau agen MIB bukan seseorang manusia biasa, tapi ras hybrid manusia-alien. Mereka bertugas membersihkan segala bukti fisik mengenai campur tangan alien yang tersisa di bumi. Oleh karena itu penampilan agen MIB tampak berbeda dari manusia biasa. Namun ada juga yang percaya bahwa mereka adalah agen pemerintah (misalnya agen CIA) yang berusaha menutup-nutupi penampakan UFO.


AKSI MEREKA


Para agen MIB digambarkan selalu bekerja dengan sangat professional, teliti dan juga sistematis. Mereka akan memeriksa serta mempelajari seluruh informasi dari orang yang bakal mereka kontak, sampai ke detail yang paling kecil sekalipun. Disamping itu para agen MIB kelihatan sangat terlatih untuk menyesuaikan diri sesuai dengan situasi dan kondisi yang dapat berubah setiap saat. Namun perilaku mereka tidak dapat dipukul rata alias dapat berbeda-beda pada setiap individunya. Terkadang mereka bisa bertingkah seperti agen rahasia yang berusaha menguak serta mengoleksi data sebanyak mungkin mengenai fenomena yang dilihat oleh subjek interogasi. Tapi di pihak lain mereka dapat pula berlaku layaknya manusia biasa yang meyakinkan bahwa fenomena yang dilihat saksi adalah tidak nyata.


Para agen MIB kadang bertingkah sangat serius , namun dapat pula menjadi sangat ramah dan penuh humor pada situasi tertentu. Uniknya , ada yang beberapa saksi menyatakan bahwa tindak-tanduk mereka seperti robot yang sudah di program , sehingga reaksi mereka menjadi sangat kikuk sewaktu memasuki situsi diluar dugaan.


OTHER CONSPIRACIES


Walau fenomena MIB banyak dilaporkan pada tahun 1950-1960, beberapa peneliti seperti John Keel menemukan kemiripan antara laporan mengenai aksi para MIB dengan catatan penampakan iblis. Ia menjelaskan bahwa kemunculan agen MIB sangat pararel dengan dongeng maupun mitos mengenai orang yang bertemu dengan iblis. Secara militer , Jerome Clarck mengutip tulisan Bill More yang menyatakan ” Men in Black merupakan staff pemerintah yang bekerja dalam penyamaran, anggota dari unit khusus bernama Air Force Intteligence atau kini dikenal juga sebagai Air Force Special Activities Center (AFSAC).


Teori konspirasi yang juga dikutip oleh Jerome Clarck berasal dari Dr Michael D. Swords, yang memaparkan bahwa MIB merajuk pada unit khusus dari CIA yang meneliti eksperimen psikologis manusia. Mereka berkutat dengan individu yang dianggap beresiko tinggi dalam membahayakan keamanan nasional, karena mengetahui banyak arsip rahasia pemerintah. Oleh karena itu diugaskanlah agen-agen Khusus dari AFFTC Det 3 untuk memastikan mereka tetap tutup mulut!!


Dikutip dari : misteridunia.wordpress.com


Read more »

Sabtu, 04 Juni 2011

Alien Pernah Mengunjungi Bumi (Kesaksian Mantan Astronot)

Edgar D. Mitchell, anggota kru Apollo ke-14 AS, yang juga merupakan astronaut ke-6 mendarat di bulan, pada 22 Juli 1971, sewaktu menerima wawancara radio menyatakan secara terbuka, bahwa Alien sudah pernah berkali-kali kontak dengan umat manusia, tetapi pemerintah AS menyembunyikan realita ini selama 60 tahun.

Dr. Mitchell anggota Apollo 14 Mitchell yang tahun ini berusia 77 tahun mengatakan, di dalam pengalaman hidupnya sebagai astronaut, ia mengetahui catatan bahwa UFO pernah berulang kali mengunjungi bumi, namun setiap kali selalu saja ditutup-tutupi oleh NASA.

Mitchell berkata, sumber informasi NASA yang pernah kontak dengan Alien mengatakan kepadanya, Alien adalah “Orang kecil yang menurut kita berbentuk aneh.”

Ia mengatakan, bentuk Alien menyerupai imajinasi kita tempo dulu yakni, “Berbadan kecil dan berkepala besar serta bermata lebar.” Mengenai teknologi, orang bumi sama sekali bukan tandingan Alien, “Jika saja mereka berniat memusuhi kita, tentu sekarang ini kita sudah tamat.”

Kasus Rosewell adalah realita

Selama bertugas Apollo 14 pada 1971, Michel dan Shepard rekan instruktornya, memecahkan rekor umat manusia berjalan di atas permukaan bulan terlama, total 9 jam 17 menit.

Mitchell mengatakan kepada pemimpin acara siaran yang terkejut, ia senantiasa berada di lingkup informasi kemiliteran, mengetahui informasi bahwa 60 tahun terakhir ini Alien pernah berulangkali berkunjung. Sedangkan peristiwa rontoknya pesawat UFO di kota Rosewell, negara bagian New Mexico pada tahun 1947 juga adalah benar.

Pemerintah AS menutupi realita selama 60 tahun Bocoran yang diungkapkan oleh Mitchell, segera saja diklarifikasi oleh pihak NASA, dikatakan bahwa institusi mereka tidak mengejar UFO, juga tidak terlibat dalam segala kegiatan yang menutup-nutupi ada tidaknya makhluk luar angkasa diatas bumi ini ataupun tempat lain di alam semesta.

Di dalam pernyataan itu disebutkan, “Doktor Mitchell adalah warga Amerika yang hebat, tetapi dalam polemik ini kami memiliki pandangan berbeda dengannya.”

Read more »

Inggris Punya Insiden Roswell-nya Sendiri

Di Amerika Serikat (AS), para peneliti UFO dan orang biasa gemar berbicara tentang apa yang terjadi di Roswell, New Mexico pada bulan Juli 1947. Hal itu sudah menjadi bagian dari cerita rakyat Amerika. Namun sesuatu yang juga sangat aneh terjadi di Suffolk, Inggris pada bulan Desember 1980 dan dikenal dengan “Roswell Inggris”.

Terletak kira-kira delapan mil timur Ipswich, Inggris, Hutan Rendlesham meliputi area seluas 3.700 acre (sekira 1719 hektar). Hutan tersebut juga terletak di dekat pangkalan militer, yang disebut dengan RAF (Royal Air Force) Bentwaters dan RAF Woodbridge. Pada tahun 1980, masing-masing pangkalan itu digunakan oleh Angkatan Udara AS dan berada di bawah komando Kolonel Gordon E. Williams. Ingat, waktu itu adalah masa Perang Dingin dan ada banyak orang Amerika yang ditugaskan di Inggris pada waktu itu.

Kira-kira pada pukul tiga pagi pada 26 Desember 1980, seorang petugas patroli keamanan yang berada di dekat Gerbang Timur di RAF Woodbridge melaporkan melihat sebuah benda terbang aneh di kegelapan hutan. Mulanya, petugas tersebut melihat sejumlah cahaya aneh yang bergerak melewati pepohonan, sebagaimana halnya cahaya terang dari obyek yang tidak dikenal.

Beberapa waktu kemudian setelah pukul 4 pagi, polisi setempat juga dihubungi untuk ke tempat tersebut namun ia melaporkan bahwa cahaya yang dapat dilihat hanyalah cahaya yang berasal dari sebuah mercu suar yang berada di dekat pangkalan.

Beberapa pilot yang berada di sana malam itu lalu mengaku melihat sebuah obyek metalik yang berbentuk seperti kerucut dan tertutupi kabut kuning. Benda itu dilaporkan melayang di atas area terbuka di dalam hutan. UFO tersebut mendenyutkan cahaya merah di bagian atas dan serangkaian cahaya biru di bagian bawahnya. Salah seorang pilot mengklaim telah melihat roda pendaratan berbentuk segitiga pada obyek tersebut dimana obyek itu meninggalkan tiga jejak di tanah yang dilihat pada keesokan harinya.

Para pilot juga melaporkan bahwa obyek melayang yang aneh itu nampak bergerak menjauhi mereka ketika mereka mendekatinya. Para pilot mengikuti obyek tersebut sepanjang obyek itu melayang di atas padang di dekatnya. UFO tersebut lalu menghilang di langit malam, demikian tulis sebuah situs.

Pada saat istirahat siang, para pilot kembali ke area terbuka kecil di hutan tersebut dimana UFO itu pertama kali terlihat. Mereka menemukan tiga jejak kecil dengan pola segitiga, juga tanda bekas terbakar dan dahan yang rusak di pohon-pohon di dekatnya. Mereka juga menemukan radiasi dengan tingkat sangat tinggi di tempat dimana dahan-dahan rusak. Pada pukul 10.30 pagi, polisi setempat dihubungi kembali, kali ini agar melihat jejak-jejak di atas tanah. Polisi Inggris menyimpulkan bahwa jejak-jejak itu kemungkinan berasal dari sejenis hewan, demikian menurut situs tersebut.

Pada 28 Desember malam, Letkol Charles Halt, yang waktu itu menjabat sebagai wakil komandan pangkalan, membentuk sebuah tim besar pilot untuk menyelidiki penampakan tersebut dan berharap dapat mengakhiri rumor.

Sebaliknya, Halt dan timnya menyelidiki UFO lainnya. Mereka menduga telah berjumpa dengan sebuah “cahaya seperti matahari berwarna merah” yang bergerak dan berdenyut kira-kira di hutan Rendlesham. UFO tersebut kemudian memisahkan diri menjadi lima obyek putih dan menghilang di langit malam. Segera setelah itu, para pilot memperhatikan tiga obyek seperti bintang yang bermanuver di langit, yang kadang menyorotkan cahaya ke bawah.

Ketika dalam penyelidikan, sebuah cahaya yang menyorot terlihat melewati padang menuju timur, hampir satu jalur dengan rumah pertanian di sekitar tempat itu. Halt juga merekam ceritanya tentang apa yang ia lihat waktu itu dengan menggunakan tape recorder.

Menurut salah sebuah keterangan, makhluk alien kecil dengan kepala melengkung seperti kubah diduga keluar dari UFO dan Kolonel Gordon Williams berkomunikasi dengannya menggunakan bahasa isyarat, seperti yang ada di film “Close Encounters of the Third Kind”. Bagaimanapun, cerita ini datang dari rumor yang tidak jelas.

Sebagai bagian dari legenda insiden Hutan Rendlesham, para pilot diduga diwawancarai dan diperintahkan oleh atasan mereka untuk tutup mulut tentang apa yang mereka lihat. Salah satu saksi mata mengkalim telah diperintahkan untuk menandatangani sebuah dokumen yang menyatakan bahwa UFO terebut adalah sungguh sebuah cahaya mercu suar.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah saksi mata tampil menceritakan apa yang mereka lihat. Tayangan dari AMerika “Unsolved Mysteries” dan “UFO Hunters” dari History Channel telah membuat acara mengenai peristiwa Hutan Rendlesham. Para jurnalis Inggris juga melihat apa yang terjadi.

Kini, hutan tersebut nampak berbeda dengan tahun 1980 karena badai besar yang menghantam Inggris pada tahun 1987. Namun, di sana ada jejak UFO yang memberitahukan kepada para pengunjung mengenai apa yang terjadi pada malam yang dingin di bulan Desember 1980.

Read more »

Jumat, 20 Mei 2011

U.F.O India Kuno Pt 1

Banyak para penyelidik UFO ingin mengetahui suatu fakta penting. Ketika UFO disebut sebagai kendaraan milik makhluk asing, atau mungkin asalnya dari tentera kerajaan, muncul satu lagi kemungkinan yang mungkin tentang UFO yaitu benda itu berasal dari India dan Atlantis Kuno.

Apa yang kita ketahui tentang pesawat terbang orang India kuno datangnya daripada sumber-sumber India kuno yang mencakup penulisan teks yang datangnya dari turun-temurun.

Tanpa banyak prasangka bisa kita katakan bahwa kebanyakan teks ini adalah sah dan asli melihat sebagian besar belum lagi diterjemahkan dari bahasa Sanskrit lama.

Maharaja India Ashoka telah mendirikan sebuah organisasi “Sembilan Lelaki Misterius” yang merupakan para ilmuwan terkenal India yang dikatakan mengkatalogkan berbagai jenis sumber-sumber sains.

Ashoka telah merahasiakan kerja-kerja mereka semua karena beliau merasa bahwa penemuan ilmiah yang terbaru itu akan terpasung dari sumber India kuno itu sendiri dan justru yang akan disalahgunakan bagi tujuan peperangan yang kejam yang mana tidak diinginkan oleh Ashoka sendiri.

“Sembilan lelaki misteri” telah menulis sembilan buah buku yang saling berkaitan antara satu sama lain.

Buku bertajuk “Rahasia Rahasia Gravitasi” amat dikenali di kalangan sejarawan tetapi tidak dianggap oleh mereka sebagai sesuatu yang berkaitan dengan gravitasi bumi.


Ia dianggap masih ada, tersimpan di dalam sebuah perpustakaan rahasia di India, Tibet, atau di mana-mana (mungkin juga berada di sekitar Amerika Utara).

Hanya beberapa tahun silam, rakyat China telah menemui beberapa buah dokumen sanskrit di Lhasa, Tibet serta telah membawanya ke Universitas Chandrigargh untuk diterjemahkan.

Dr. Ruth Reyna dari Universitas itu menjelaskan bahwa dukumen itu mengandung petunjuk untuk membuat pesawat luar angkasa!

Cara-cara pembuatan mereka, katanya, adalah anti-gravitasi dan berasaskan kepada satu sistem analog yaitu “laghima”, satu sumber tenaga yang tidak diketahui oleh manusia modern. Menurut ahli Yoga Hindu, “laghima” ini menjadikan seseorang itu mempunyai kemampuan untuk terbang.

Dr.Reyna menjelaskan bahwa pada papan mesin ini yang dikenali sebagai “Astras”, dikatakan telah digunakan oleh masyarakat India kuno untuk membawa satu rombongan manusia ke planet lain, sesuai yang tertera pada dokumen tersebut, yang mana dikatakan telah berusia beribu-ribu tahun.

Manuskrip itu juga dikatakan telah memaparkan rahasia “antima” (cara-cara untuk menjadi menghilang) dan “gerima” (bagaimana untuk menjadi seberat gunung).

Pada mulanya para ilmuwan India tidak begitu serius dengan kandungan manuskrip tersebut tetapi kemudian mereka menyedari akan hakikat bernilainya manuskrip tersebut apabila negara China mengumumkan bahawa mereka akan memasukkan bagian tertentu dari data manuskrip tersebut ke dalam program kajian angkasa mereka!


Read more »

 
Powered by Blogger