Selasa, 25 Januari 2011

Dota 2

Valve, developer yang terkenal dengan game seperti Counter Strike, Half-Life, dan Left 4 Dead mengumumkan game barunya, yang berjudul Dota 2, sebuah game yang diambil dari map mod terkenal Warcraft III, yaitu Defense of The Ancient. Dota 2 dijadwalkan dirilis pada tahun 2011 mendatang.

Dota, yang awalnya dibuat oleh Steve "Guinsoo" Feak (yang sekarang menjadi developer League of Legends), tetapi sekarang 'diambil alih' oleh IceFrog adalah sebuah game RTS (Real Time Strategy), dimana setiap player mengendalikan 1 hero dan dapat mengupgrade hero-nya dengan menaikkan level atau membeli barang dan harus berhadapan dengan hero lain dengan mengandalkan skill-skill unik dari lebih 100 hero yang tersedia. Game yang maksimal berkapasitas 10 orang (5v5) ini juga menuntut kemampuan berpikir cepat.
Dota 2 nantinya akan memfiturisasi segala hal yang ada dari Dota, termasuk membawa lebih dari 100 hero-nya. Selain itu terdapat fitur baru seperti AI yang dapat mengambil alih kontrol player yang mengalami disconnect dari server. Selain mengalami transisi seperti perubahan pada kualitas 'tampilan' menjadi lebih bagus karena menggunakan Source Engine milik Valve, Dota 2 memiliki fitur voice chat yang dapat mempermudah player berkomunikasi antar team.

Valve juga menambah fitur untuk membantu 'menuntun' newbie melalui Interactive Guide dan Coaching System. Melalui fitur ini, para pembuat guide tidak hanya dituntut untuk memberi panduan monolog yang hanya dibaca, tapi dapat melihat gameplay hero melalui highlighting untuk pemberian saran saat membeli barang dan menampilkan informasi yang berguna saat match berlangsung. Coaching System, membuat player yang log-in ke dalam game sebagai 'coach' dapat secara tidak langsung ikut serta 'bermain' dalam match dan mengamati berjalannya match. Tetapi coach ini hanya dapat memberikan saran kepada muridnya, dan tidak dapat mengambil penuh kontrol permainan.
Read more »

Minggu, 23 Januari 2011

Mestakung: A Noetic Concept

Prof. Yohanes Surya dalam konsepnya; Mestakung, seMesta menduKung, telah melahirkan banyak fisikawan muda dalam asuhannya. Sebuah konsep yang beliau nyatakan sebagai keadaan atau peristiwa dimana alam semesta benar-benar menunjukkan kekuatannya tanpa campur tangan kita, semua berjalan begitu saja dengan aturan-aturan Fisika. Sebagai contoh, segenggam pasir terdiri dari sebutir pasir yang memiliki massa dan gaya tarik antar sesamanya. Jika kita jatuhkan dari genggaman kita maka akan membentuk sebuah gundukan kecil gunung pasir. Apabila secara konstan kita tambah terus volume pasir yang kita jatuhkan maka dengan sendirinya butiran-butiran pasir tersebut membentuk sudut yang selalu sama untuk membuat sebuah gundukan gunung pasir. Mereka memposisikan diri mereka sendiri. Itulah ketentuan-ketentuan Fisika.

Sejak zaman dahulu kala,, manusia telah mendayagunakan segala kemampuan otaknya untuk memahami alam semesta. Tapi ternyata, kita punya keterbatasan dalam kemampuan ini. Kemampuan untuk memahami hukum-hukum yang berlaku di alam dan memprediksi peristiwa apa yang akan terjadi dengan hukum-hukum tersebut. Semua itu, adalah dalam tahap untuk "memahami pikiran Tuhan". Cukup merasa aneh dengan kata-kata Mr. E tersebut. Tapi jika kita lihat dari percobaan mengenai gaya, perpindahan, masa, kecepatan dan percepatan yang dikembangkan oleh generasi Newtonian sangat mungkin kita bisa memprediksi jarak yang ditempuh oleh suatu benda jika berjalan dalam selang waktu tertentu dan dengan kecepatan tertentu.

Ke semua hal yang diuraikan di atas dalam konsep kita dikenal dengan: Sunnatullah. Ketentuan-ketentuan Allah, hukum-hukum Allah, ilmu-ilmu Allah, yang jika semua pohon-pohon di hutan seluruh dunia dijadikan penanya dan air laut dari seluruh samudera dijadikan tintanya, niscaya tidaklah cukup. Baik itu ilmu yang telah diungkapkan oleh kemampuan manusia. Maupun ilmu-ilmu yang masih dalam ranah niskala dan terkesan sangat esoteris.

*

Manusia, dalam kondisi tertekan dan memfokuskan diri untuk menyerahkan dirinya kepada sesuatu Zat Yang Maha, ternyata bisa membawa perubahan bagi manusia itu sendiri dan perilaku lingkungan terhadap individu tersebut. Seolah, energi dari alam semesta mendukungnya.

Dahulu, saat-saat saya berada pada tingkat 3 Sekolah Menengah Atas, saya harus menentukan masa depan saya. Saat itu, dengan idealisme tentang pendidikan dan ilmu pengetahuan, sebenarnya saya menginginkan untuk melanjutkan pembelajaran tentang sains pada sebuah universitas negeri terkemuka di negeri ini. Akan tetapi, di lain pihak, saya harus realistis dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi keluarga yang memang dirasa tidak mampu jika harus membiayai semua jenjang pendidikan sampai saya lulus. Di situlah, lantas, saya bersimpuh di masjid sekolahan setelah shubuh saat ada kesempatan menginap di masjid sekolah yang memang dulu sering dilakukan. Pada kesempatan itu, benar-benar saya menyerahkan diri saya kepada Zat yang saya yakini adalah Pencipta Segala. Supreme Being. Yang telah menjadikan semua ada dan Penentu Segala Perkara. Kemudian saya berkeyakinan, bahwa apapun yang saya tentukan, jika diawali dengan pemikiran positif, niscaya akan diberikan jalan oleh-Nya.

Benar saja, ketika saya mengikuti tiga ujian masuk; STAN, STIS, dan SPMB ketiganya lolos. Saya meyakini, ini semua bukanlah kebetulan atau karena faktor keberuntungan saya karena saya pintar atau pandai. Bukan itu esensinya. Kuncinya ada pada keyakinan saya tentang suatu Zat Yang Maha. Keyakinan pikiran saya bahwa saya bisa menjalani semua ujian ini dengan baik. Tentunya keyakinan tersebut bukan hanya berupa keyakinan semata. Akan tetapi, sebuah keyakinan dalam mencapai tujuan tentu mempunyai langkah-langkah untuk memperolehnya. Sama halnya dengan kata-kata Rene Descartes sebenarnya, cogito ergo sum, aku berpikir maka aku ada. Atau dalam pepatah inggris, jika kamu berpikir bisa, maka kamu bisa. Ke semua, berawal dari pemikiran kita. Dan pemikiran kitalah yang menggerakkan, apapun itu, untuk mencapai tujuan kita.

Dalam istilah disiplin ilmu lain, disebut dengan konsep: Noetic.



***



Semua hal yang terjadi di dunia ini bukanlah karena kebetulan. Semua kejadian saling berkaitan dan saling menyebabkan dan mengakibati. Tidak ada satu peristiwa tunggal yang berdiri sendiri tanpa ada kaitannya dengan sebab lain. Walaupun kelihatannya acak, jika dipahami dan diperhatikan aka nada kaitannya dengan peristiwa tertentu. Inilah yang kemudian melahirkan gagasan Teori Chaos di kalangan ilmuwan Fisika atau Matematika.

Konon, Teori Chaos lahir dari rasa ingin tahu manusia terhadap peristiwa yang akan datang. Manusia selalu ingin menanyakan bagaimana sebuah sistem berubah dari waktu ke waktu. Di dalam teori chaos manusia menemukan bahwa bahwa terkadang sebuah perubahan tidaklah serumit sebagaimana ia terlihat. Bahkan dari sistem yang secara matematis sangat sederhana sekalipun dapat dihasilkan pola-pola yang acak. Jadilah, manusia beranggapan bahwasannya hal yang Chaotik (bersifat chaos) adalah hal yang acak, bersifat merusak, atau suatu hal yang sangat sensitif. Akan tetapi, jika kita lihat asal muasal kata chaos dalam mitologi Yunani kita tentu akan heran. Chaos merupakan keadaan awal kemunculan para dewa. Konon kata chaos paling awal ditemukan pada buku Theogeny karya Hesoid, filsuf Yunani yang hidup pada 700 tahun sebelum Masehi. Chaos sendiri dalam bahasa Yunani berarti "membuka kehampaan". Sebagai seorang sosok dewa, Chaos merupakan suatu kehampaan yang menjadi tempat kemunculan objek-objek pertama. Dalam mitos disebutkan objek awal tersebut, dikenal sebagai anak-anak Chaos, yaitu Gaia, Tartarus, dan Eros, sebagian lain menambahkan Nyx dan Erebus.

Ini menunjukkan, keacakan dalam hidup sebenarnya adalah suatu keteraturan yang sangat sempurna. Dan tentunya, tidak terjadi begitu saja. Ada "sesuatu" yang telah mengaturnya. Tiga tahun lalu, saya membaca sebuah novel karya Greg Iles; The Footprint of God, yang dibuka dengan sebuah teka-teki Zen yang cukup menggelitik iman dan nalar: jika semua akan kembali ke tuhan, kemana tuhan akan kembali? Secara singkat, buku itu bercerita tentang pencarian manusia akan hakikat Ilahi, yang terlihat dari visi-visi tokoh utamanya, Dr. Tennant yang di dalamnya saya menangkap pesan tentang visi atau gambaran manusia tentang Tuhan. Yang pada akhirnya, diceritakan, ternyata yang maha kuasa adalah ilmu pengetahuan. Tentu para atheis akan bersorak sorai tentang ending buku itu. Ya, sebuah bacaan yang kurang baik bagi pertumbuhan iman, atau, malah sebagai katalis untuk kembali mempelajari keimanan kita.

Dalam keyakinan kita, ada suatu konsep dalam hadits yang diriwayatkan Aku (Allah) bersama sangkaan hambaku padaku . From thought become thing. Yang berarti, semua berawal dari pemikiran kita tentang suatu hal. Tanyakan pada diri sendiri, kemudian pikirkanlah secara positif, maka semesta akan mendukung pemikiran kita. Hal-hal seperti ini secara tidak langsung telah diterapkan oleh kita. Sebuah meditasi, pengkonsentrasian dalam shalat, metode hypnosis diri, atau tata cara-tata cara penyembuhan alternatif yang ramai di masyarakat, sebut saja mbah tali yang terkenal sangat ampuh menyembuhkan tulang tanpa prosedur medis yang sebagaimana mestinya. Hal ini erat kaitannya dengan konsep Noetic. Kata "noetic" berasal dari kata Yunani "nous" yang dapat diartikan (meskipun tidak secara akurat) sebagai "kesadaran dalam" (inner knowing) ataupun "kesadaran intuitif" (intuitive consciousness) yang merupakan akses langsung terhadap pengetahuan yang melampaui indera normal dan logika pikir kita.

Noetic sciences menggunakan metode scientifik untuk menjelajahi "inner cosmos" atau kosmos di dalam pikiran manusia (kesadaran, jiwa dan spirit) dan bagaimana hal tersebut berhubungan dengan "outer kosmos" yaitu dunia fisik diluar pikiran. Dengan kata lain, ilmu ini mempelajari bagaimana seseorang menjadi sadar akan pengalaman atau kemampuan (intuisi, komunikasi dengan jiwa, energy healing, dll) yang nampaknya secara rasional tidak dapat dijelaskan.

Sudah tentu, ini merupakan konsep yang ada dalam ranah niskala* dan terkesan sangat esoteris**. Sebuah pemahaman yang jika dimengerti secara parsial, justeru akan menganggap diri kita mempunyai kekuatan yang maha. Bisa mencipta dan merubah sesuatu asal kita bersungguh-sungguh. Sebuah konsep yang justeru akan melahirkan manusia-manusia sombong, atheis dan mungkin manusia-manusia denial.

Untuk itu, diperlukanlah suatu bingkai agar pemahaman tersebut dapat tertata secara rapi dan mengatur manusia yang sejatinya bisa menjadi apa saja. Sebuah sistem keyakinan yang saya memusatkan keinginan saya kepada Dia Yang Maha Segala. Keyakinan terhadap hal yang positif dengan tujuan "yakin" Tuhan. Saya memilih sistem Islam dan tujuan yakin Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

**

Bagi sebagian orang, keyakinan yang mereka yakini bukanlah seperti yang saya yakini. Mungkin, mereka yakin terhadap manifestasi tiga wujud dalam satu Zat, kemudian keyakinan terhadap benda atau kesadaran kosmik, bahkan keyakinan terhadap sesuatu yang Maha, tapi tidak bernama, tak terkecuali orang yang tidak percaya akan adanya Zat Yang Maha. Mereka tetap mempunyai keyakinan. Baik itu terhadap ilmu pengetahua, hukum-hukum alam, atau dirinya sendiri.

**

Semoga kita tetap berada dalam keyakinan kita dan senantiasa meyakini keyakinan yang benar.
Read more »

Sabtu, 22 Januari 2011

Jangan Menyerah pada Kekurangan Hidup : Bagian Kedua, Mestakung

Terakhir, awal November 2009 yang baru lalu, saya berpikir untuk merealisasikan rencana lama saya untuk membuat warnet. Saya memang sudah punya warnet di rumah sekarang, namun modalnya dari bapak mertua dan dikelola oleh bapak mertua yang memang baru saja pensiun. Saya dan Zeze Vavai lebih bertindak sebagai technical support.
Niat saya adalah membuat warnet di rumah orang tua saya di Tambun. Ada banyak alasan untuk membuatnya. Alasan pertama adalah membantu kondisi finansial keluarga. Adik saya masih ada yang sekolah. Keuangan saya terbatas untuk membantu secara penuh. Dalam bayangan saya, membuat warnet sedikit banyak bisa membantu kondisi finansial ini. Alasan kedua adalah agar adik-adik, keluarga dan lingkungan tempat lahir saya bisa belajar banyak soal komputer dan internet, paling tidak saya bisa memberikan tambahan kail bagi mereka dalam berupaya meningkatkan kualitas pekerjaan dan penghidupan.
Membuat warnet merupakan angan jauh saya. Tabungan pribadi (bukan tabungan keluarga) saya hanya ada sekitar 11 jutaan. Uang 11 juta hanya cukup untuk membeli beberapa komputer saja, tapi saya masih cukup beruntung. Ibu saya punya tempat (ruko) yang bisa saya gunakan. Saat orang tua saya bertanya, “Ini ruko dikontrakkan saja ya, kalau mau bikin warnet nanti saja, kalau uangnya sudah cukup”, saya jawab, “Jangan, sekarang saja. Saya akan berusaha untuk bisa jalan pada pertengahan Desember 2009″
Angan yang mungkin terlalu muluk, bahkan saya juga belum punya bayangan apa mungkin bisa direalisasikan. Tapi saya maju terus. Dengan modal hanya 11 juta, saya memulai cita-cita membuat warnet. 5 juta terambil untuk renovasi bangunan, hanya tersisa 6 juta. Saya belikan komputer, hanya dapat 2 unit, karena saya membeli accessories komputer dan lain-lain, itupun sudah saya kurangi sana-sini.
Meja komputer belum ada, AC belum ada, pintu depan belum ada, instalasi listrik belum dipasang sementara uang tabungan sudah habis hingga kedasarnya. Saya cari akal. Saya membuat training mengenai Zimbra Mail Server. Dapat tambahan yang bisa saya gunakan untuk membeli meja komputer. Warnet belum bisa berjalan karena masih belum beres di fasilitas utama.
Atas dasar perhitungan keuangan pribadi, saya gunakan kartu kredit saya untuk membeli AC. Kini tinggal 2 fasilitas utama yang belum selesai, yaitu pintu depan dan instalasi listrik. Pintu aluminium membutuhkan biaya sekitar 3 juta sementara instalasi listrik antara 1.5 s/d 2 juta. Total sekitar 3 juta.
Beruntung, ada perusahaan yang meminta saya melakukan setting sistem Zimbra Mail Server di kantornya. Sayangnya uangnya menunggu proses penyelesaian bagian keuangan mereka. Karena hasrat saya sudah sedemikian besar, saya rasa akan terlalu lama jika menunggu uang tersebut masuk ke rekening saya. Atas jaminan pendapatan itu, saya meminjam dari seorang teman di kantor dan bisa mendapatkan 2 juta rupiah. Ditambah dengan pendapatan online, uangnya bisa menutup pembuatan pintu aluminium sedangkan instalasi listrik bisa dilakukan dengan pembayaran melalui tempo waktu.
Pertengahan Desember 2009, warnet yang saya cita-citakan mulai berjalan dengan hanya 3 unit komputer. Adik saya yang kebagian tugas sebagai operator bolak-balik telepon saya, katanya banyak pengunjung yang datang dan terpaksa menunggu giliran.
Saya melihat hal ini sebagai peluang dan kesempatan yang jika tidak segera diambil momentumnya akan hilang. Atas dasar jaminan project saya yang lain (project migrasi sistem Windows ke Linux, pekerjaan selesai diakhir Desember, estimasi uang masuk diakhir Desember), saya coba menghubungi salah seorang kenalan saya, seorang direktur utama sebuah perusahaan. Saya gambarkan kondisi saya dan kemudian menanyakan apakah memungkinkan jika saya meminjam uang sebesar 10 juta rupiah untuk keperluan menambah komputer.
Ia bertanya apakah uang itu cukup yang saya jawab bahwa uang itu cukup untuk menambah paling tidak 3-4 komputer dan saya masih punya cadangan untuk menggantinya. Ia merespon pinjaman saya dengan baik dan bahkan memberikan 7 buah CPU second dan 2 buah monitor second yang masih bagus dari kantornya. Berkat tambahan biaya dan CPU yang diberikan, saya bisa menambah komputer dari 3 menjadi 12 unit sekaligus melengkapi berbagai accessories komputer yang dibutuhkan.
1 Minggu menjelang bulan Desember 2009, warnet yang saya cita-citakan bisa berjalan penuh dengan jumlah komputer yang memadai. Uang pinjaman dari teman kantor sudah saya kembalikan dan uang pinjaman dari direktur utama yang terakhir saya pinjam sudah saya siapkan pengembaliannya.
Belajar dari hal diatas, saya jadi teringat pada ucapan professor Yohannes Surya soal Mestakung, yang artinya Semesta Mendukung. Kalau kita punya cita-cita yang kelihatan sulit namun kita bersungguh-sungguh untuk mencapainya, niscaya alam semesta akan mendukung. Ada saja bantuan dan cara yang membantu kita meraih cita-cita dan keinginan tersebut. Mestakung bisa juga disebut sebagai LoA atau Law of Attraction. Saya jadi ingat tulisannya pak Nurhana Tirtaamijaya soal Mestakung :
Wah, saya jadi sangat tertarik dengan istilah yang baru saya dengar ini…lalu saya minta penjelasan apa makna dari “SEMESTA MENDUKUNG”….
Beliau menjelaskan bahwa dalam fenomena “Innamaa amruhu idza arada syaan anyakulalahu..kun fayakun…” yang artinya ” Bilamana Allah menghendaki sesuatu terjadi dan berfirman terjadi..maka terjadilah..” (ayat 82 Surat Yasiin), implementasi perwujudan didunia ini harus melalui fenomena Hukum Alam “Semesta Mendukung”…yaitu harus didukung oleh situasi dan kondisi kehidupan masyarakat dunia (Ideologi, Politik, Ekonomi, Budaya/spiritual/agama, Keamanan) yang kondusif/sesuai pula….
Jadi, jangan menyerah pada kekurangan yang ada. Segala sesuatu yang tidak mengakhiri hidup kita hanya akan memperkuat diri kita.

Read more »

 
Powered by Blogger